Google

Mempersingkat nama domain untuk BLOG

Untuk mempersingkat nama domain dari Blog kita seperti http//bloganda.blogspot.com atau http//bloganda.wordpress.com sebenarnya sangatlah mudah, namun saya akan bagikan cara mempersingkat nama domain untuk blog.
Ada beberapa layanan di internet yang bisa mempersingkat nama domain blog kita. Disini akan saya sebutkan dua saja. Karena selain gratis, cara daftarnya juga gampang dan tidak ada yang namanya iklan. Berikut ini adalah layananya:

1. co.cc dimana nama blog kita akanmenjadi http//namablogkita.co.cc.
2. co.nr dimana nama blog kita akanmenjadi http//namablogkita.co.nr.
Saya akan menjelaskan yang co.cc
Buka website http://co.cc maka tampilanya akan seperti ini:
Ketik nama blog/web kamu pada kotak yang disediakan tentunya sesuai dengan keinginan anda, setelah itu klik Check, jika domain yang anda minta ternyata sudah dipakai orang lain maka anda diminta mengganti nama domain yang lain, selanjutnya klik register now dan ketik alamat Email lalu Sign up

Kemudian akan muncul tampilan seperti ini (semua wajib di isi)

Setelah terisi semua klik Sign up dan jangan lupa memberi checklist pada kotak kecil yang disediakan yang menyatakan bahwa anda menyetujui persyaratan tersebut

Lalu akan muncul tampilan sebagai berikut, klik Set up domain.

Selanjutnya akan muncul tampilan seperti berikut:

Klik pada menu My domain, lalu pilih Edit dan pilih Option 2, untuk setting domain kita, setelah selesai mengedit klik setup domain.

Keterangan diatas:

Target URL : isi alamat blog/web anda yang akan dipersingkat domainnya.

Title : ini sesuai judul blog anda.

Language : memilih bahasa.

Frame : URL Hiding ( nama asli blog anda akan terlihat di addressbar)

Path Forwading (menampilkan nama asli blog anda di addressbar)

Bila terjadi kesalahan saat mengedit atau ada yang tidak sesuai anda bisa mengaturnya kembali dengan mengklik Edit, seperti pada tampilan di bawah ini :

Setelah melakukan langkah – langkah diatas web/blog anda akan diperiksa dulu oleh tim dari co.cc. masa tunggunya paling lama 24 jam tetapi jika selama 24 jam domain belum bisa digunakan berarti registrasi yang anda lakukan gagal/ tidak disetujui, tetapi jika sudah di setujui maka anda dapat langsung memakai nama domain anda yang baru. Dan tentunya domain yang lama tetap masih bisa diakses. Yang terpenting web/blog anda tidak mengandung unsur pornografi, spam dan sesuatu yang ilegal.

Selamat mencoba !!!!!!!!!!

Read more...

Rahwana Pensiun


Oleh: Ki Slamet Gundono

SEBUAH siluet keperakan membelah birunya langit Ayodya. Gerakannya melesat cepat, kalau nggak cepat bisa lewat... Di ujung gerakan, tampak bahwa siluet itu adalah Anoman, si Wanara Seta alias kera putih. Keringat bermunculan dan mengaliri tubuhnya. Sambil mengembuskan napas panjang, dia seka keringat yang derodosan di bathuk-nya.

Saat detak jantunya sedikit tenang, Anoman merogoh kantong celananya. Brrr, catatan keuangan tiap bulan. Itu yang selalu keringatnya gemrobyos dan jantungnya melompat-lompat nggak karuan.

Di ruang pribadinya, ruang kepala sipir Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kendalisada, Anoman segera larut dalam tumpukan laporan keuangan. Tat-tit-tut-tat-tit-tut, kalkulator itu menunjukkan besarnya biaya untuk menangkap kembali Rahwana yang sudah berkali-kali menjebol pertahanan penjara. Padahal, LP itu dibuat khusus untuk mantan Presiden Alengka yang dilengserkan lewat SI MPR (Serangan Istimewa Monyet Prajurit Ramawijaya) tersebut. Pengamanan penjara pun dibuat sangat istimewa, maximum security-lah gampange.

Angka di kalkulator kian bertambah setelah Anoman menambahkan biaya bulanan listrik dan telepon. ''Waduh, tobat, tobat! Nombok lagi, nombok lagi. Cape decch,'' kata Anoman sambil memonyongkan bibir dan menepuk dahi. Genit banget.

Mau tak mau, dia pun kudu laporan ke Presiden Ramawijaya, atasannya, yang sekarang berkuasa di Ayodya. Akhirnya, di depan sang Presiden, Anoman men-jlentreh-kan laporan keuangan penjara yang menjadi tanggung jawabnya.

''Mbok dijadikan tahanan kota atau dibebaskan saja,'' kata Semar. Setelah menimbang-nimbang, Ramawijaya memutuskan untuk membebaskan Rahwana tanpa syarat. Itu karena neraca keuangan Ayodya defisit dalam sejarah dunia pewayangan.

Didampingi Semar, Anoman menemui Rahwana yang sedang melamun dengan tatapan mata kosong. ''Rahwana, karena perbuatan baikmu akhir-akhir ini, plus ada grasi, hari ini kau dibebaskan tanpa syarat,'' kata Anoman tegas.

Tapi, Rahwana cuek bebek, eh, cuek raksasa, ding.. .. Dia tetap mematung tanpa menggubris omongan Anoman. Akhirnya, Anoman pun harus mengulangi omongannya, lebih tegas dan keras.

''Gah, weegaaah! Aku gak mau bebas. Aku malu melihat kondisi di luar sana,'' jawab Rahwana dingin. Semar dan Anoman saling pandang. Semar mendesak Rahwana untuk mengungkapkan maksud sebenarnya. Tapi, Rahwana cuma menggeleng. Cari sendiri, katanya.

***

Anoman lantas bergegas masuk ke ruang kerja. Jarinya mengurutkan beberapa rekaman kasus kejahatan yang berhasil terdokumentasi. Dua kaset dia bawa ke ruang tahanan Rahwana.

Kaset pertama, berisi file kejahatan perang, dimasukkan ke player. Setelah mendesis pelan, player itu pun mulai memunculkan gambar-gambar. Tampak Kresna berjalan tegang sambil mondar-mandir menunggu seseorang. Pikirannya bekerja keras untuk mendorong Parikesit menjadi Presiden Ngastina.

Beberapa menit kemudian yang ditunggu datang, Wisanggeni. Kresna pun minta Wisanggeni mencari asal-usulnya. Wisanggeni diiming-imingi hadiah dan santunan asuransi jika maju ke medan Bharata Yuda. Wisanggani pun menyanggupi permintaan Presiden Dwarawati yang sangat serius itu.

Dia pun langsung sanggup dan berangkat mencari asal-usulnya. Sampai akhirnya, Wisanggeni bersua dengan Dewa Api. Sang dewa berkata, unsur api begitu kuat membentuk Wisanggeni. Sehingga, kalau Wisanggeni turun ke Bharata Yuda, dia pasti menang tanpa tanding. Tapi, Wisanggeni lalu menolak. Dia memilih moksa dengan memasukkan dirinya ke dalam api yang mulad-mulad.

***

''Itukah yang bikin kamu malu, Rahwana,'' kata Semar. ''Dudu. Bukan itu! Ada yang lebih ngeri,'' kata raksasa yang pernah punya sepuluh kepala tersebut.

Akhirnya, Anoman pencet tombol next pada remote control. Yang tampak pada layar adalah dokumentasi kasus penimbunan. Film itu menunjukkan ribuan petani yang long march dari bundaran Ngamarta ke gedung Menteri Pertanian. Demo para tani itu dikomandoi Petruk, Gareng, dan Bagong.

Pada masa itu, sebagai petani, kehidupan yang mereka hadapi memang kian ketat mencekik. Meski apa-apa naik, tapi, mereka minta suplai pupuk bersubsidi tetap transparan. ''Ini kapitalisme! Pupuk bersubsidi ditimbun! Yang diedarkan nonsubsidi. Jangan mokal dooong,'' seru Petruk. Teriakan nyerocos di bawah hidung superpanjang itu disambut gempita ribuan petani. Mereka minta bertemu dengan Menteri Pertanian Burisrawa.

**

Tapi, skandal Menteri Burisrawa itu ternyata tak terlampau menggetarkan hati Rahwana. ''Gimana sih lu-lu pade? Masak kagak tau kalo ada kejahatan nyang lebih nyebelin, lebih bikin keki, lebih menyakiti hati masyarakat,'' saking marahnya, logat Rahwana pun campur baur tak karuan.

Semar dan Anoman hanya beradu pandang tanpa bisa berkata-kata. Mereka bertanya-tanya, adakah kejahatan yang begitu dahsyat? Sedemikian dahsyat sehingga Rahwana pun ''minder''? Begitu hebatnya kejahatan itu sehingga Rahwana, raksasa mahajahat bermuka sepuluh yang nggak bisa mati tersebut memilih tetap tinggal merenung di dalam penjara?

Rahwana lantas beranjak dari duduknya. Dia berbisik, rakyat sudah sedemikian marah, mereka tertipu tingkah polah anggota dewan.

Rahwana lalu nyaut remote control TV. Dia pencet nomor satu, ngepasi acara Breaking News. Mulut si pembawa acara meluncurkan sebaris kata-kata, ada lagi anggota dewan yang kena kasus suap alias korupsi. Kali ini lewat tender pengadaan perahu-perahu penyeberangan.

''Malu.. . Malu aku. Aku memang penjahat, kami memang sama-sama penjahat. Tapi, sekarang, ach..,'' Rahwana tak sanggup meneruskan. Beberapa bulir air mata meleleh mengikuti lekuk tulang pipinya.


Read more...
Sign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.

  © Blogger templates Inspiration by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP